Ingin karyamu dibaca orang banyak dan terpublikasi disini? Hubungi kami Kirim Artikel!

Alasan Pendaki Gunung Berhenti


Berhenti dari Mendaki Gunung Dan Gantung Tas Carier - Jika Kamu berfikir pendaki gunung itu keren, mungkin takkan akan pernah Kamu lihat pada kami pendaki dulu. Di mata khalayak, pendaki keren adalah mereka yang memakai tas carier besar, pakai sepatu boot, dan ikat kepala. Bagi kami hanya ingat betapa indahnya ciptaan Allah, sampai kita hanya terdiam memandanginya.

Gairah bahagia itu entah kenapa mulai hilang beberapa tahun terakhir. Saya sendiri tidak tahu apa alasannya. Apa mungkin karena gunung terlalu ramai? Karena gunung sudah terlalu kotor? Atau karena saya sendiri yang mulai kehilangan motivasi?

Pernahkah Kamu merasakan hal yang sama dengan saya?

Bicara tentang motivasi, apa yang sebenarnya menjadi motivasi mendaki gunung?

Pertanyaan itu kerap kali datang disaat saya menerima rindu. Penyebab, saya tak pernah tahu apa motivasi saya untuk naik. Yang saya tahu, saya hanya suka naik gunung.

Saya penasaran di sekian ribu pendaki yang selalu memadati gunung tanpa kenal waktu. Apakah mereka memang karena mengikuti tren, memang karena menyukai gunung, menikmati anugerah Allah, atau ada alasan lain? Mengapa mereka begitu senang naik, namun tak pernah tahu hakikat mendaki? Mereka membuang sampah di gunung, mereka melakukan aksi vandalisme, mereka merusak fasilitas di gunung.

Saya naik gunung untuk mensyukuri anugerah Allah SWT, bukan karena puncak, bukan karena gaya-gayaan, bukan juga karena tren.

Allah telah menciptakan alam ini begitu indahnya. Dan juga sudah dijelaskan jika manusia harusnya bisa melihat agungnya Dia lewat ciptaanNya

Saya akui, saya kagum pada teman2 pendaki dulu. Mereka punya motivasi yang menurut saya mulia. Nggak cuma untuk memenuhi ego, dibiarkan keren karena sudah mencapai banyak puncak. Bukan juga untuk mengikuti tren agar dibilang kekinian. Dan saya percaya pada pendaki tengah yang hanya serba ikut-ikutan, masih banyak pendaki yang memang memiliki tujuan mulia dan masih peduli akan kebersihan dan kelestarian gunung.

Saya tak bisa memutuskan untuk berhenti pindah, hanya beristirahat

Melihat hiruk pikuk dunia saat ini, jujur ​​saya puas. Sebagai seorang yang pernah jatuh cinta pada gunung - sampai saat ini masih -, saya merasa bersedih karena gunung tidak lagi sama seperti dulu.

Sampah yang kian bertumpuk, aksi vandalisme yang makin menggila, aksi pendaki yang merusak alam, tak ada rasa peduli sesama pendaki dan masih banyak lagi lainnya. Hal-hal inilah yang kian lama membuat saya mengambil keputusan, saya harus beristirahat. Mungkin suatu hari nanti, jika gunung sudah kembali tenang, saya akan kembali naik.

Mungkin diantara kamu juga ada yang memutuskan hal serupa. Mungkin juga ada dari Kamu yang masih naik. Tak masalah.

Akankah anak cucu kita bisa menikmati gunung yang sama kelak?

Saya punya mimpi, ingin mengenalkan gunung dan alam kepada anak saya sejak kecil. Tak muluk-muluk, saya hanya ingin dia tumbuh jadi orang yang bertanggung jawab dan tangguh.

Tapi dibalik mimpi itu, ada rasa takut. Akankah anak saya masih bisa melihat dan menikmati gunung sama seperti saya dulu? Atau jangan-jangan, saat anak saya bertumbuh, gunung ditolak semakin rusak dan tak boleh lagi didaki?

Saya hanya bisa berdoa, semoga Allah Subhanahu wa ta'ala selalu menerima gunung-gunung kita. Iya, gunung kita. Bukan gunungmu, bukan gunungku, tapi gunung kita semua. Jika saja semua orang punya mimpi yang sama, mungkin gunung akan tetap terjaga. Andaikan begitu!

Pada akhirnya saya sadar, itulah cara menerima gunung yang tidak pernah dicapai dengan ditangkap.

Saya menghargai gunung dan saya memilih untuk beristirahat sejenak dari pendakian. Saya harus belajar bagaimana harusnya seorang pendaki sejati bertindak.

Berikut keuntungan berhenti mendaki gunung:


Dari segi kesehatan : 

1. Terhindar Hipotermia

2. Terhindar dari Vertigo

3. Telinga tidak lagi berdenging (Tinnitus)

4. Terhindar dari Barotrauma

5. Terhindar Mountain Sickness (AMS)

6. Terhindar dari Edema paru dataran tinggi (HAPE/High Altitude Pulmonary Edema)

7. Terhindar dari Edema otak dataran tinggi (HACE/High Altitude Cerebral Edema)


Dari segi keuangan lebih hemat : 

1. Nggak perlu keluar biaya belanja logistik 

2. Nggak perlu keluar biaya transportasi 

3. Nggak perlu keluar biaya akomodasi 

4. Nggak perlu keluar biaya peralatan gunung

5. Nggak perlu keluar biaya rokok buat yg suka ngerokok di gunung 

6. Nggak perlu keluar biaya perizinan/simaksi

7. Dan nggak perlu keluar biaya tak terduga dll


Dari segi penampilan atau fisik : 

1. Kulit nggak jadi hitam karena sengatan matahari di atas gunung 

2. Mata nggak bengkak karena nggak tidur di gunung 

3. Badan nggak bau karena pendaki jarang mandi di gunung 

4. Rambut nggak kusut karena kalau ke gunung jarang sampoan 

5. Kulit nggak luka luka karena kalau naik gunung sering kena duri dan semak belukar 

Dari segi psikis : 

1. Nggak di bully pendaki lain kalau nggak sampai puncak 

2. Nggak di cela pendaki lain kalau mendaki ilegal 

3. Nggak tekanan batin kalau ada pendaki lain yang iri 

Silahkan di tambahkan keuntungan berhenti mendaki gunung ...

Getting Info...

About the Author

Pegiat Media Nahdlatul Ulama

Posting Komentar

Komentarmu adalah cerminan dirimu
Posting Komentar
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
Harap matikan adblock untuk mengakses web ini
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.