Bali adalah peninggalan kejayaan Nusantara


Bali adalah peninggalan kejayaan Nusantara - Dalam sejarah tercatat nama Nusantara ada dalam kitab. Nagarakertagama  yang  merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Kakawin Nagarakretagama pada tahun 2008 diakui sebagai bagian dalam Daftar Ingatan Dunia (Memory of the World Programme) oleh UNESCO.  Jadi nama dari mulai Mataram, Pajajaran, Singosari, Sriwijaya, (di Sumatera),  Martapura (di Kalimantan ), Tidore ( di Maluku) Kakawin (di Papua) dan Majapahit adalah representasi dari nama tempat atau lambang kerajaan di Indonesia atau Nusantara, secara kebetulan Mataram adalah pusat kerajaan Nusantara ketika berpusat di Yogjakarta. 

Garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. 

Tahun 2010 sekelompok pengusaha Jepang dipimpin Takajo Yoshiaki membiayai pembuatan kapal Majapahit atau Spirit of Majapahit yang akan berlayar ke Asia. Menurut Takajo, hal ini dilakukan untuk mengenang kerjasama Majapahit dan Kerajaan Jepang melawan Kerajaan China (Mongol) dalam perang di Samudera Pasifik. 

Menurut Guru Besar Arkeologi Asia Tenggara National University of Singapore John N. Miksic jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra dan Singapura bahkan Thailand yang dibuktikan dengan pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung dan seni. 

Bahkan ada perguruan silat bernama Kali Majapahit yang berasal dari Filipina dengan anggotanya dari Asia dan Amerika. Silat Kali Majapahit ini mengklaim berakar dari Kerajaan Majapahit kuno yang disebut menguasai Filipina, Singapura, Malaysia dan Selatan Thailand. 

Begitu luar biasanya Indonesia pada masa lalu, sayang pemerintah Orde Baru melakukan politisasi sejarah dan melarang referensi buku dari luar sehingga kejayaan Indonesia tidak atau kurang tergali. 

JAMAN KEGELAPAN 

Jaman islamisasi di Pulau Jawa di abad ke 16 pada masa Pemerintahan Brawijaya V memang bisa dianggap masa kegelapan seiring dengan pengkhianatan Raden Patah kepada ayahandanya Raja Brawijaya V masyarakat Majapahit mengalah dan  banyak berpindah ke Bali, pegunungan Tengger , Blambangan dan di daerah  Banten Kuno. Semua peninggalan kerajaan majapahit dihancurkan terutama di pusat pemerintahan di Jawa Timur (Trowulan, Majapahit dan Singosari). 

Di India masa pendudukan Islam pada abad ke 13 dianggap masa kegelapan oleh orang India terutama yang beragama Hindu karena  mereka  menghancurkan seluruh budayanya hingga kota-kota seperti Palawa dan Hastina Pura hilang tak berbekas. 

Begitu juga di negara - negara Eropa ketika kekhalifahan Ottoman menguasai Bulgaria dan Armenia yang menghancurkan hampir  semua  artevak dan peninggalan kerajaan Romawi disana  tapi masalah tersebut tidak akan kita bahas disini  saya hanya ingin menggambarkan begitu hebatnya budaya Nusantara pada masa lalu. 

Kita bisa melihat beberapa negara di Timur Tengah dalam waktu sekejap bisa luluh lantak, semua karena politisasi agama. 

BALI ADALAH KEJAYAAN NUSANTARA YANG TERPELIHARA 

Bali adalah pusat kebudayaan yang diakui sebagai peninggalan kebudayaan tertinggi di Dunia dilihat dari semua sisi kita bisa melihat akhlak perilaku orang Bali yang begitu dicintai turis mancanegara dan Bali adalah representasi Majapahit.

Peninggalan kejayaan Nusantara dalam hal ini  Majapahit masih ada sampai sekarang yaitu di Bali. 

Pada masa lalu Bali yang sudah di Hindukan karena tidak bisa di Islamkan atau diarabisasi tapi lambat laun akan menjadi Arab kalau dibiarkan. Majapahit adalah bukan kerajaan Hindu tapi penyatuan Siwa Buda. 

Pada tahun 1961 Hindu di sahkan oleh Pemerintah sedangkan praktek-praktek di Bali sudah ada Ribuan  tahun sebelumnya. Pada tahun 1968 Pemerintah Orde Baru mewajibkan warga negara Indonesia memeluk agama impor dan penduduk Bali sebagian besar lebih memilih agama Hindu. Hindu identik dengan India Tapi Majapahit Bali tidak identik dengan India, Majapahit Bali semua menghormati leluhur.

Bali yang tidak punya Kawitan dan menjang Sluwang Majapahit atau Siapa yang tidak melaksanakan odalan dan mecaru serta Upacara Ngenteg linggih yang menghormati leluhurnya. 

Pure boleh dikatakan tempat ibadah Hindu Tapi Pura atau Puro adalah Keraton Istana yang merupakan penghormatan  leluhur. 

Sabda Palon meramalkan bahwa seorang putra Bali atau keturunan raja Nusantara akan kembali mempersatukan Nusantara ini terbukti dengan lahirnya sang Proklamator Ir. Soekarno yang ibundanya seorang bangsawan Bali.

Semua orang tahu akan Ramalan ini, tapi bagi yang tidak tahu silahkan baca terjemahannya dan akan mendapatkan kasunyatan, Majapahit tidak perlu pengakuan tapi Dunia mengakui Majapahit sejarah dan budayanya hanya bangsa sendiri saja yang belum membanggakannya, contoh Candi Borobudur diakui Dunia tapi karena bangsa ini tidak bangga akhirnya ya...menjadi hilang jati dirinya, malah membanggakan budaya Arab yang tidak beradab  di padang pasir. 

Lihatlah bagaimana setiap orang di negara lain membanggakan peninggalan leluhurnya yang terawat. Disni ada yang berjuang, yang memang kewajiban Beliau untuk berjuang malah ditutup dan di sunat “seperti adat Arab” tidak boleh memberikan kasunyatan padahal Dunia mengakuinya). 

Cintai Budaya Nusantara lawan semua pengkhianat Bangsa yang ingin menghancurkan budaya dan berkedok agama demi kejayaan Nusantara.

Salam Damai dan Persatuan Cinta Indonesia 

Sumber: facebook

Posting Komentar

Komentarmu adalah cerminan dirimu