Rangkaian Hari Santri Nasional di Boyolali Sukses Digelar

Rangkaian HSN 2019 PCNU Boyolali Sukses Digelar  Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali menggelar acara Pengajian Akbar Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 bersama Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj, di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jumat (25 Oktober 2019) malam.

Rangkaian HSN 2019 PCNU Boyolali Sukses Digelar
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali menggelar acara Pengajian Akbar Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 bersama Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj, di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jumat (25 Oktober 2019) malam.


KH Said Aqil Siradj menjelaskan Tahlilan sebagai Media Silaturahmi Setelah beberapa saat dinantikan sekitar 17 ribu jemaah, akhirnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj hadir memberikan mauidhoh hasanah dalam Pengajian Akbar Puncak Hari Santri Nasional 2019 PCNU Boyolali, di Alun-Alun Kidul Kompleks Perkantoran Pemkab Boyolali, Jumat (25 Oktober 2019) malam.

Kiai Said membuka tausiyah dengan mengungkapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena telah mengapresiasi santri dengan diperingatinya Hari Santri Nasional setiap tahun. Untuk itu para santri harus merayakannya dengan perbanyak membaca shalawat.

Lebih lanjut Kiai Said mengingatkan, bahwa sebagai manusia yang hadir di muka bumi, kita mempunyai amanat mewujudkan kehidupan yang harmonis, penuh rasa insaniyah (kemanusiaan). Sebelum melihat agama, pangkat, titel, dan partai politik, amanat yang paling melekat adalah insaniyah, bisa
hidup rukun bertetangga.

Kiai Said juga menekankan agar (kita) terus menjaga tradisi Nahdlatul Ulama.
"Setiap umat mempunyai tradisi, punya seni, punya kebiasaan masing-masing. Jika ada yang suka yasinan, shalawatan, tahlilan, itu tidak hanya bentuk ibadah tapi sebagai media silaturahmi," jelasnya.

Kiai Said berharap, di era media sosial ini mari kita perkuat silaturahmi. Karena media sosial rawan provokasi dan penyebaran hoaks.
"Maka dari itu mari warga nahdliyin, jaga yasinan-tahlilan sebagai media silaturahmi agar bisa bertatap muka langsung dan tidak mudah terpengaruh media sosial," tutur Kiai Said.

Acara ini menampilkan "Kolosal Hadroh" bersama 3.950 penerbang se-Kabupaten Boyolali. Sebelum acara utama dimulai, yakni tausiyah KH. Said Aqil Siradj, terlebih dahulu diumumkan juara hadroh yang kemarin berpartisipasi dalam Grebeg Shalawat sebulan penuh di NU Center Boyolali.

Tak hanya itu, pengajian yang dihadiri tidak kurang 17 ribu jemaah dari berbagai penjuru Boyolali/umumnya warga Solo Raya, ini juga mengumumkan rekor "Muri Shalawat Terlama".
Seperti diketahui, PCNU Boyolali telah menggelar rangkaian kegiatan peringatan HSN 2019, termasuk Grebeg Shalawat selama 32 hari dengan menghadirkan 162 grup hadroh dari seluruh Majelis Wakil Cabang NU se-Kabupaten Boyolali sejak tanggal 22 September 2019 lalu di NU Center.

Juga mengadakan pemasangan instalasi gas non subsidi bagi 100 ponpes, khotmil Qur'an, ruqyah, TOT pembacaan kitab kuning, dialog kebangsaan, NU Mart, lomba gambar guru PAUD, pelatihan properti syari'ah, workshop digital marketing, kirab budaya, dan lainnya.

Kesuksesan agenda besar tersebut tentu tidak lepas dari peran banyak kalangan. Baik PCNU, Ansor-Banser dan Banom NU lain, Pemerintah, serta warga Boyolali pada umumnya. Semoga menambah keberkahan.

Posting Komentar

Komentarmu adalah cerminan dirimu